PERANCANGAN PRODUK TIK LANJUTAN
PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) LANJUTAN….
Oleh :
Najeli Engla Haryasa
19005076
Pendidikan Luar Sekolah
Universitas Negeri Padang
Apa kabar teman2 pada pertemuan blog kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang “Perancangan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu Pengembangan E-Learning untuk Pembelajaran Sekolah Nonformal ”
Pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan di luar jalur pendidikan formal yang dibuat oleh pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan formal. Waktu pembelajaran pada pendidikan non-formal jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pendidikan formal. Hal ini jelas menjadi masalah bagi masyarakat yang mengikutinya. Selain itu, kurangnya inovasi pembelajaran juga menjadi kendala dalam sekolah nonformal.
Pada pertemuan ini dikembangkan E-learning berbasis Moodle yang di dalamnya memuat materi pembelajaran, tugas, dan soal tes. Bertujuan untuk mengembangkan E-learning yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Thiagarajan dkk. Tahapan-tahapan nya seperti pendefinisian, perancangan, dan pengembangan.
Pengembangan E-learning untuk sekolah nonformal ini melalui beberapa tahap
yaitu: pendefinisian (defind), perancangan (design), dan pengembangan (development). Hal ini bertujuan untuk mengetahui E-learning yang sesuai dengan sekolah nonformal, mengembangkan E-learning yang dapat digunakan untuk sekolah nonformal dan mengetahui kevalidan dan kepraktisan E-learning berbasis moodle untuk sekolah nonformal. Diawali dengan tahap pendefinisian. Tahap pendefinisan dilakukan dengan melakukan observasi, menyebar angket dan melakukan wawancara yang bertujuan untuk mencari permasalahan yang terjadi di sekolah nonformal. Dari ketiga kegiatan tersebut didapatkan permasalahan pokok yang terjadi pada sekolah nonformal yaitu kurangnya waktu pembelajan, hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar warga belajar. Selain itu kurangnya inovasi dalam pembelajaran juga membuat warga belajar kekurangan motivasi untuk mengikuti pembelajaran.
Berdasarkan masalah yang ditemukan, maka dilakukan perancangan media pembelajaran
untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Media yang dipilih berdasarkan kebutuhan warga
belajar adalah E-learning berbasis moodle. E-learning yang dikembangkan dapat berisi materi pembelajaran, tugas, soal tes, chat, dan forum diskusi. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Caputi dan Garrido terdapat dua jenis aktivitas dalam E-learning yaitu aktivitas komunikasi ( email, forum, konferensi, dan lain-lain) dan aktivitas eksplorasi, dimana keduanya ada dalam sebuah LMS (Learning management System).
Desain dari materi yang ada pada E-learning ini adalah pembelajaran tahap demi tahap. Warga belajar harus menyelesaikan tahap pertama untuk dapat melangkah ke tahap kedua, pertanyaan diberikan setelah warga belajar mempelajari tahap pertama, pertanyaan ini diberikan sebagai syarat warga belajar dapat melangkah ke tahap kedua dan seterusnya. Hal ini bertujuan supaya warga belajar dapat benar-benar memahami tahap demi tahap sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Selain itu tampilan soal tes dibuat semirip mungkin dengan tampilan soal pada saat UNBK. Hal ini bertujuan untuk membiasakan warga belajar menggunakan sistem ujian seperti UNBK.
Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa E-learning berbasis moodle yang dikembangkan valid dan praktis dan menjawab rumusan masalah dalam pertemuan ini bahwa E-learning berbasis moodle dapat mengatasi masalah kurangnya waktu pembelajaran di sekolah nonformal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang di sampaikan oleh Asyhar penggunaan media pembelajaran berbaasis TIK dalam proses pembelajaran dapat membantu guru dalam menghemat waktu, serta siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah.
Itu dulu yaa materi dari penulis untuk pertemuan kali ini, semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu serta pengetahuan pembaca, silahkan memberikan komentar dan memberi kritikan. Terima kasih :)
See uuu yaaaa ♥️
Daftar Rujukan :
Asyar, R. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta. Gaung Persada.
Caputi, V, & Garrido, A. 2015. “Student-oriented Planning of E-Learning Content for Moodle”, Jurnal of Network and Computer Applications, 53,115-127.
Kamil, Mustofa. 2009. Pendidikan Nonformal : Pengembangan Melalui Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Indonesia. Bandung: Alfabeta.
Tiara. November 2015. Pengembangan Media E-Learning Berbasis Moodle Pada Kompetensi Dasar Jurnal Khusus untuk Siswa Kelas XII IPS Semester Gasal di SMA Negeri 4 Jember. Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi &Bisnis, di Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Terima kasih penulis, blog ini sangat membantu 😊
BalasHapusMtapp
BalasHapusSee uu soon, for the next blog ❤️❤️❤️
BalasHapusGood job
BalasHapusWaiting for the next blog 👍